Resume Smaradahana Karya Mpu Dharmaja

    Kakawin Smaradahana adalah sebuah karya sastra jawa kuno dalam bentuk kakawin yang berasal dari masa Kerajaan kediri. Kakawin Smaradahana mengisahkan terbakarnya dewa Kamajaya dan dewi Ratih, oleh api kemarahan Dewa Siwa menjelang kelahiran dewa Ganesha. Pasangan dewa-dewi tersebut kemudian menitis dalam diri Sri Kameswara raja Panjalu dan permaisurinya yang bernama Sri Kirana, seorang putri dari Kerajaan Janggala.

 Kakawin ini mengisahkan kisah cinta Dewa Kamajaya (dewa asmara) dan Dewi Ratih yang sarat dengan nilai estetika, religius, dan filosofis. Smaradahana berarti “pembakaran asmara”, yang merujuk pada peristiwa ketika Dewa Kamajaya dibakar oleh api Dewa Siwa karena mengganggu tapa brata-nya.

Cerita dalam Kakawin Smaradahana dimulai dengan surga terancam oleh Nilarudraka, seorang raksasa yang menjadi raja Senapura . Dan hanya Siwa yang dapat menyelamatkan mereka maka,Para dewa mengutus dewa Kamajaya untuk menjemput Siwa yang sedang melakukan pertapaannya di gunung Meru. Kamajaya menjalankan tugasnya dengan memanah Siwa menggunakan panah asmara. Siwa yang marah kemudian membakar Kamajaya hingga lenyap. Dewi Kamaratih yang sedih ikut musnah, tetapi keduanya kemudian bersatu kembali dalam wujud yang lebih luhur sebagai lambang cinta sejati yang abadi.

Kakawin Smaradahana tidak hanya menceritakan kisah cinta, tetapi juga mengandung nilai moral dan simbolik, seperti kesetiaan, pengorbanan, dan kekuatan cinta yang melampaui penderitaan. Selain itu, karya ini mencerminkan pandangan hidup masyarakat Jawa Kuno yang memadukan unsur keindahan sastra, ajaran agama Hindu, dan filosofi kehidupan. Dengan demikian, Kakawin Smaradahana merupakan karya sastra klasik yang memiliki nilai budaya dan spiritual yang tinggi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anoa - Olive X MB 7